Sunday, December 29, 2013

Inilah Nama-Nama yang Potensial Menandingi Jokowi

10:02 AM
Pemilu 2014Elektabilitas Jokowi hingga saat ini tidak tergoyahkan di puncak sejumlah survei tentang capres 2014. Baik tokoh baru maupun lama belum ada yang berhasil menggeser Gubernur DKI Jakarta tersebut dari puncak elektabilitas.
Inilah Nama-Nama yang Potensial Menandingi Jokowi
PILPRES 2014 : Warga Dukung Jokowi Sebagai Calon Presiden


“Alasan survei ini adalah kalau survei elektabilitas diterus-teruskan untuk tigha bulan ke depan, tren yang terjadi akan sama, makin mengerucut masyarakat mengiginkan Jokowi dan persaingan menjadi tidak sehat,” kata Ketua Laboratorium Psikologi Politik UI, Hamdi Muluk dalam survei bertema Siapa Lawan Tanding Jokowi di Hotel Morissey, Jakarta Pusat, Minggu (29/12/2013).
Menurut Hamdi, permasalahan ini makin tidak sehat untuk demokrasi Indonesia. Apabila hanya satu kandidat yang terbaik yaitu Jokowi dan alternatif capres hanya Jokowi akan membuat persaingan politik 2014 makin tidak sehat. “Nantinya bakal ada glorifikasi ke Jokowi, agar sehat kita harus mencarikan lawan tanding,” terangnya.
Hamdi juga mengatakan, berdasarkan survei Charta Politica, sebagian masyarakat telah menolak capres dengan wajah-wajah lama, seperti Megawati, Prabowo Subianto, Aburizal Bakrie, Wiranto, Dahlan Iskan, Jusuf Kalla, dan Hatta Rajasa. Survei Laboratorium Psikologi Politik UI menemukan 21 nama baru yang berpotensial menjadi kandidat lawan tanding Jokowi sebagai capres 2014.

 Berikut nama-nama mereka:
1. Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan;
2. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo;
3. Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini;
4. Gubernur Jawa Timur, Soekarwo;
5. Wagub DKI Jakarta ,Tjahja Purnama;
6. Mantan Wali Kota Blitar, Djarot Saiful Hidayat;
7. Bupati Enrekang, La Tinro La Tunrung;
8. Mantan Wali Kota Jogja, Herry Zudyanto;
9. Mantan Wagub Jateng, Rustriningsih;
10. Ketua Serikat Petani Pasundan, Agustiana;
11. CEO PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar;
12. Anies Baswedan;
13. Ketua umum Serikat Petani Indonesia, Hendri Saragih;
14. Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesi,a Said Iqbal;
15. Ketua KPK, Abraham Samad;
16. Menteri Keuangan, Chatib Basri;
17. CEO Trans Corp, Chairul Tanjung;
18. Direktur World Bank, Sri Mulyani;
19. CEO PT KAI, Ignatius Jonan;
20. Wakil Menteri Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Eko Prasojo; dan
21. Bupati Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah.
Dari 21 nama tersebut, survei menyaring mereka menjadi 12 nama dengan lima kriteria, yaitu berusia di bawah 55 tahun, memiliki integritas yang baik atau tidak terlibat kasus hukum, mampu menginspirasi, mempunyai prestasi, dan berasal dari kalangan birokrat, konglomerat, serta profesional. Survei juga mengabaikan unsur popularitas, elektabilitas dan pernyataan kesediaan calon untuk dicapreskan.
Mereka juga dinilai oleh 61 pakar. Para pakar ini menguji faktor visi, kepemimpinan, intelektualitas, keterampilan politik, komunikasi politik, stabilitas emosi, kemampuan manajerial penampilan, dan integritas moral para kandidat.
Penilaian yang digunakan yakni angka 1 untuk paling rendah hingga tertinggi yaitu 10. Metode yang digunakan adalah Delphi Methods, yaitu cara untuk mendapatkan informasi membuat keputusan, menentukan indikator, parameter, dan reliabel dengan mengeksplorasi ide.
Berikut 12 nama tersebut:
1. Tri Rismaharini (7,38 poin)
2. Basuki Tjahaja Purnama (7,28 poin)
3. Anies Baswedan (7,04 poin)
4. Chairul Tanjung (6,43 poin)
5. Abraham Samad (6,42 poin)
6. Ignatius Jonan (6,40 poin)
7. Emirsyah Satar (6,32 poin)
8. Chatib Basri (6,30 poin)
9. Eko Prasojo (6,10 poin)
10. Tri Mumpuni (6,03 poin)
11. Nurdin Abdullah (5,79 poin)
12. Ahmad Heryawan (5,32 poin)
Sumber: solopos.com